Powered By Blogger

Tuesday, February 28, 2012

SCREENING TIROID ANTENATAL DAN FUNGSI KOGNITIF ANAK

John H. Lazarus, M.D., Jonathan P. Bestwick, M.Sc., Sue Channon, D.Clin.Psych., Ruth Paradice, Ph.D., Aldo Maina, M.D., Rhian Rees, M.Sc., Elisabetta Chiusano, M.Psy., Rhys John, Ph.D., Varvara Guaraldo, M.S.Chem., Lynne M. George, H.N.C., Marco Perona, M.S.Chem., Daniela Dall’Amico, M.D., Arthur B. Parkes, Ph.D., Mohammed Joomun, M.Sc., and Nicholas J. Wald, F.R.S. 
Based on: Original Article From NEJM
Translated By: Fitria Ningsih MD.

ABSTRAK
Background
Anak yang lahir dari ibu dengan kadar hormon tiroid yang rendah telah dilaporkan mengalami penurunan fungsi kognitif. 
Metode
Kami melakukan percobaan random pada wanita hamil dengan umur kehamilan 15 minggu 6 hari atau wanita hamil yang terlambat diambil sampel darahnya untuk pemeriksaan kadar tirotropin dan tiroksin bebas (FT4). Semua sampel dikelompokkan ke dalam kelompok screeening (pengukuran dilakukan sesegera mungkin setelah pengambilan sampel) dan kelompok kontrol (serum disimpan terlebih dahulu dan pengukuran dilakukan segera setelah persalinan). Standar pemeriksaan hasil positif adalah nilai kadar tirotropin di atas 97.5 persentil, kadar FT4 di bawah 2.5 persentil, atau keduanya. Wanita dengan hasil pemeriksaan positif pada kelompok screening telah ditetapkan mendapatkan levotiroksin dosis 150 µg per-hari. Hasil primer didapatkan dari pemeriksaan nilai IQ anak pada umur 3 tahun yang berasal dari ibu dengan hasil positif, yang diperiksa oleh psikolog, dengan ketentuan psikolog tersebut tidak mengetahui asal kelompok sampel yang diperiksa. 
Hasil
Terdapat 21.864 wanita yang melakukan pemeriksaan darah (dengan median umur kehamilan 12 minggu 3 hari), dimana 390 wanita pada kelompok screening dan 404 wanita pada kelompok kontrol mendapatkan hasil positif. Nilai median umur kehamilan pada awal pengobatan dengan levotiroksin adalah 13 minggu 3 hari; pengobatan diatur sesuai dengan kebutuhan untuk mencapai kadar tirotropin target yakni 0.1 sampai 1.0 mlU per-liter. Diantara anak-anak dari ibu yang hasilnya positif, didapatkan nilai mean IQ sebesar 99.2 dan 100 untuk kelompok screening dan kelompok kontrol secara berturut-turut, (perbedaan,0.8; confidence interval [CI}, 95%, -1.1 sampai 2.6; dengan analisis yang bertujuan untuk pengobatan P=0.40); proporsi anak dengan IQ kurang dari 85 adalah 12.1% pada kelompok screening dan 14.1% pada kelompok kontrol (perbedaan, persentase point, 2.1; CI, 95%, -2.6 sampai 6.7; P=0.39) pada analisis pengobatan yang memperlihatkan hasil yang sama.
Kesimpulan
Screening antenatal (dengan median umur kehamilan 12 minggu 3 hari) dan pengobatan maternal hipotiroidisme tidak memberikan hasil dalam meningkatkan fungsi kognitif pada anak umur 3 tahun. (Dibiayai oleh The Wellcome Trust UK dan Compagnia di San paulo, Turin; penelitian terkontrol dengan nomor percobaan, ISRCTN46178175.)
Sekresi hormon tiroid pada fetus terjadi pada umur sekitar 18 sampai 20 minggu masa gestasi. Beberapa penelitian yang dilakukan pada hewan menunjukkan bahwa sebelum hormon tiroid fetus disekresi secara mandiri, kebutuhan fetus akan hormon tersebut (FT4) bergantung kepada sirkulasi maternal untuk pertumbuhan dan perkembangan, termasuk untuk maturasi sistem saraf pusat. Yodium sangat penting untuk sintesis FT4, dan pada populasi dengan defisiensi yodium, peningkatan perkembangan kognitif telah diobservasi setelah pemberian suplemen yodium sebelum kehamilan. Kadar tirotropin yang tinggi pada wanita selama kehamilan memiliki hubungan dengan gangguan perkembangan kognitif pada bayi yang dikandungnya. Penemuan ini menganjurkan bahwa screening antenatal dan penanganan defisiensi tiroid sangat dibutuhkan (bermanfaat). Kami telah melakukan sebuah penelitian random terkontrol untuk menilai fungsi kognitif anak saat berumur umur 3 tahun, yang dikandung oleh wanita yang menjalani screening tiroid pada awal kehamilan dan mendapatkan pengobatan jika mereka memiliki kadar tirotropin tinggi, kadar FT4 rendah atau keduanya.

Metode
Sampel Penelitian
Kami mengundang wanita hamil yang melakukan pemeriksaan antenatal pertama mereka di rumah sakit. Wanita yang direkrut berasal dari 10 pusat kesehatan di Inggris dan 1 di Italia. Kriteria eksklusi sampel adalah umur wanita kurang dari 18 tahun, umur kehamilan lebih dari 15 minggu 6 hari, kehamilan kembar, dan diketahui memiliki penyakit tiroid. Persetujuan penelitian diperoleh dari komite etik di Amerika Serikat dan Italia, dan semua sampel dilengkapi dengan inform konsen.

Prosedur Penelitian
Sampel darah dikirim ke laboratorium rumah sakit Universitas Wales, Cardiff, atau Ospedale sant’Anna, Turin, Italia, untuk pengukuran kadar tirotropin dan tiroksin bebas 4 (FT4). Pada tanda terima sampel, wanita ditetapkan secara random untuk masuk ke dalam kelompok screening dan kelompok kontrol dengan menggunakan desain blok berbasis komputer.
Sampel serum dari kelompok screening, pemeriksaan kadar FT4 dan tirotropinnya dilakukan secara langsung (lihat di bawah). Sampel serum  wanita dari kelompok kontrol, disimpan terlebih dahulu pada suhu -40oC, dan pemeriksaan kadar FT4 dan tirotropinnya dilakukan setelah persalinan. Wanita diklasifikasikan positif jika kadar konsentrasi tirotropin serumnya di atas 97.5 persentil, konsentrasi FT4 serum dibawah 2.5 persentil, atau keduanya. Nilai potongan kadar FT4 dan tirotropin diatur secara periodik berdasarkan pada hasil pemeriksaan yang didapatkan selama penelitian.
Pasien pada kelompok screening yang mendapatkan hasil positif diberikan levotiroksin (dosis rekomendasi awal, 150 µg per-hari). Kemudian, kadar tirotropin dan FT4-nya diperiksa kembali pada waktu 6 minggu setelah terapi levotiroksin dimulai dan saat umur kehamilan 30 minggu, dengan ketetapan dosis sesuai kebutuhan. Kadar tirotropin target adalah 0.1-1.0 mlU per-liter. Wanita dengan hasil positif baik dari kelompok screening maupun kelompok kontrol, harus mendapatkan standar pengobatan rutin dan disarankan untuk mengunjungi dokter setelah persalinan agar dapat ditentukan apakah terapi levotiroksin harus dilanjutkan (pada kelompok screening) atau dimulai (pada kelompok kontrol).
Di Inggris, kadar serum tirotropin dan FT4 diukur dengan menggunakan metode immunochemiluminescence (ADVIA Centaur, Diagnostik Pusat Kesehatan Siemens). Kadar tirotropin dengan range 95% adalah sebesar 0.15-3.65 mlU per-liter, dan kadar FT4 dengan range 95% adalah sebesar 8.4-14.6 pmol per-liter (6.6. sampai 11.4 ng per-dl). Di Turin, kadar serum tirotropin dan FT4 diukur dengan menggunakan metode immunofluorescence (AutoDELFIA, PerkinElmer Life dan Analytical Sciences). Dimana kadar tirotropin dan FT4 dengan range 95% adalah sebesar 0.11 sampai 3.50 dan 7.15 sampai 11.34 pg per-ml, secara berurutan. Penulis pertama menjamin keakuratan dan kelengkapan data yang dilaporkan serta kebenaran laporan tersebut terhadap protokol penelitian, yang telah tersedia dalam bentuk artikel full teks di NEJM.org.

Hasil Dan Pemeriksaan
Hasil primer dinilai dari pemeriksaan IQ anak (saat berumur 3 tahun) dari wanita dengan hasil tes positif. IQ diperiksa dengan menggunakan metode pemeriksaan skala intelegensi primer dan pra-sekolah Wechsler (Wechsler Preschool and Primary Scale of Intelligence), edisi ketiga (2003) (Institusi Ilmu psikologi). Pemeriksaan IQ dilakukan oleh psikolog dengan cara mengunjungi rumah anak dan dengan ketentuan tidak mengetahui asal kelompok sampel tersebut.
Perilaku anak yang kemungkinan berpengaruh pada penilaian IQ juga diperiksa dengan menggunakan metode checklist perilaku anak (Child Behavior Checklist [CBCL]) 2000 (sesuai dengan pemeriksaan sistem empiris Achenbach, Universitas Vermont) dan metode penilaian inventarisasi perilaku dari fungsi eksekutif, versi pra-sekolah (Behavior Rating Inventory of Executive Function, Pre-school version [Brief-P] ), 2003 (Sumber Pemeriksaan Psikologi). Selain itu, juga dilakukan pengumpulan informasi mengenai pendidikan orang tua dan status psikologi maternal (dinilai menggunakan pemeriksaan Beck Depression Inventory II (Institusi Ilmu Psikologi).
 Pemeriksaan IQ dilakukan oleh dua psikolog di Inggris dan satu psikolog di Turin. Untuk menghilangkan perbedaan antara pemeriksaan ketiga psikolog tersebut, nilai mean skor IQ untuk kelompok kontrol  telah disetting sebesar 100 untuk setiap psikolog. Contohnya, jika nilai mean IQ pada kelompok kontrol sebesar 105 untuk seorang psikolog, semua nilai IQ yang diperiksa oleh psikolog tersebut  akan dikurangi 5 point. Analisis yang berdasarkan skor Z (observasi IQ dikurangi nilai mean kemudian dibagi dengan standar deviasi yang ditentukan  psikolog) juga telah dilakukan.

Analisis Statistik
Karakteristik baseline wanita dengan hasil positif (kadar tirotropin tinggi, kadar FT4 rendah, atau keduanya) pada kelompok screening dan kontrol diperbandingkan dengan menggunakan pemeriksaan-t untuk variabel kontinu dengan distribusi Gaussian dan pemeriksaan Wilcoxon rank-sum untuk variabel dengan distribusi non-Gaussian. Pemeriksaan Chi-square telah digunakan untuk variabel kategori.
Analisis primer dilakukan berdasarkan prinsip yang bertujuan untuk mengobati. pemeriksaan-t digunaan untuk membandingkan standarisasi hasil pemeriksaan IQ anak antara kelompok screening dan kontrol, dan tes chi-square digunakan untuk membandingkan proporsi anak dengan IQ yang kurang dari 85 (hasil primer). Untuk memeriksa kemungkinan kecendrungan nilai IQ rendah, kami membuat standarisasi resiko relatif nilai IQ (standarisasi berupa: komponen verbal dan komponen penampilan) yang kurang dari 75, 80, 85, 90, 95 dan 100. Secara khusus, analisis nilai IQ anak dari sampel yang mendapatkan pengobatan juga telah dilakukan, dengan ketentuan terdapat perubahan hormon tiroid setelah pengobatan (6 minggu setelah pemberian levotiroksin), dimana kadar tirotropin mengalami penurunan sebesar 10% dari pemeriksaan awal dan kadar FT4 mengalami peningkatan sebesar 10% dari pemeriksaan awal.
Berdasarkan protokol penelitian, sampel yang diambil sebanyak 22.000 wanita dengan kehamilan tunggal, dimana terdapat 440 wanita dari 11.000 wanita pada setiap kelompok hasil pemeriksaannya positif (kadar tirotropin tinggi, FT4 rendah atau keduanya). Diantara wanita dengan hasil positif tersebut, diperkirakan 22 anak (5%) akan mendapatkan nilai IQ sebesar 85 atau kurang, dibandingkan dengan 66(15%) anak pada kelompok kontrol. Nilai perkiraan IQ tersebut didasarkan pada penelitian yang dilakukan oleh Haddow dkk, dimana 5 pasien dengan kadar tirotropin tinggi memiliki kemungkinan sebanyak tiga kali untuk mendapatkan anak dengan IQ kurang dari atau sama dengan 85 dibandingkan dengan wanita yang memiliki kadar tirotropin normal selama kehamilan. Dengan perkiraan 10% wanita tidak difollow up, kekuatan untuk mendeteksi perbedaan IQ anak antara kelompok screening dan kontrol lebih dari 95% pada level signifikan 5% (tes dua sisi).

Hasil
Randomisasi Dan Pengukuran Baseline
Picture1
Gambar 1
Seperti yang terlihat pada gambar 1, jumlah wanita secara keseluruhan yang direkrut dan mengalami randomisasi adalah 21.846 (16.346 wanita dari 10 pusat kesehatan di Inggris dan 5500 wanita dari 1 pusat di Italia); 10.924 wanita dimasukkan ke dalam kelompok screening dan 10,922 wanita ke dalam kelompok kontrol. Proporsi wanita yang mendapatkan hasil screening positif adalah sebesar 4.6% pada kelompok screening dan 5.0% pada kelompok kontrol. Standar penilaian hasil positif adalah kriteria kadar tirotropin tinggi dan kadar FT4 yang rendah. Terapi levotiroksin dimulai pada kelompok screening dengan nilai median umur kehamilan 13 minggu 3 hari. Pemeriksaan psikologi diselesaikan pada 78.2% anak dengan ibu yang hasil pemeriksaannya positif di kelompok screening dan 73.3% pada anak dengan ibu yang hasil pemeriksaannya positif di kelompok kontrol.

Tabel 1
Table 1 memperlihatkan karakteristik wanita dengan hasil pemeriksaan positif  dan anaknya pada kelompok screening (yang diobati) dan pada kelompok kontrol. Kedua kelompok memiliki karakteristik baseline dan sosioekonomik yang sama, dengan harapan kadar tirotropin lebih tinggi pada kelompok screening dibandingkan kelompok kontrol diantara sampel di Inggris.
Tidak terdapat perbedaan signifikan antara kelompok screening dan kontrol berdasarkan pada umur kehamilan saat persalinan (median, 40.1 dan 40.2 minggu, secara berurutan; P=0.10), laju kelahiran prematur (<37 minggu masa gestasi, 5.6% dan 7.9%; P = 0.20) dan berat klahir (mean, 3.5 kg dan 3.3 kg; P=0.15). Tabel 1 menunjukkan jumlah wanita dengan hasil screening positif  (jumlahnya telah terdaftar) berdasarkan pada pusat kesehatan.

Fungsi Kognitif
Tabel 2
Tabel 2 memperlihatkan hasil penelitian yang berdasarkan pada analisis yang bertujuan untuk pengobatan. Standarisasi nilai mean IQ pada anak saat berumur 3 tahun pada kelompok kontrol adalah sebesar 100.0 (berdasarkan definisi), dan pada kelompok screening adalah sebesar 99.2 (P=0.40). Proporsi anak dengan IQ yang kurang dari 85 adalah sebesar 12.1% pada kelompok screening dan 14.1% pada kelompok kontrol (P=0.39). Sebuah analisis digunakan untuk pengukuran tirotropin awal (log-transformed) tidak memperlihatkan hubungan signifikan antara tirotropin dengan IQ dan menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan pokok. Tabel 2 memperlihatkan hasil observasi nilai IQ tidak terstandarisasi berdasarkan randomisasi kelompok dan psikolog.
Kami juga melakukan analisis berdasarkan skor Z (skor IQ yang diobservasi minus nilai mean kemudian dibagi dengan standar deviasi yang ditetapkan oleh psikolog). Hasilnya tidak ditemukan perbedaan signifikan skor Z nilai mean IQ antara kelompok atau proporsi IQ anak dengan skor Z adalah kurang dari -1. Demikian juga tidak terdapat perbedaan signifikan pada hasil pemeriksaan psikologi lainnya (CBCL and Brief-P scores) pada kedua kelompok (tabel 2). Satu wanita dari setiap kelompok screening dan kontrol telah diklasifikasikan sebagai penderita depresi berat berdasarkan pada pemeriksaan  Beck Depression Inventory II dan diarahkan mendapatkan perawatan; anak dari wanita ini dimasukkan ke dalam semua analisis.
Picture 2
Gambar 2
Gambar 2 memperlihatkan resiko relatif dan nilai IQ  dibawah nilai spesifik (75, 80, 85, 90, 95 dan 100), untuk komponen verbal dan penampilan dan untuk skala IQ penuh, pada kelompok screening yang dibandingkan dengan kelompok kontrol. Resiko relatif tidak signifikan terhadap penurunan skor IQ dan tidak terdapat kecendrungan nilai IQ rendah signifikan terhadap penurunan skor IQ.
Di antara wanita yang mendapatkan levotiroksin, kadar tirotropin menurun, rata-rata, pada saat umur kehamilan 10 sampai 20 minggu, dan kadar FT4 meningkat sampai 35% (untuk perubahan kadar tiritropin dan kadar FT4 seluruh waktu, lihat gambar 1).
Picture3
Gambar 3
Jumlah total wanita dari kelompok screening yang mengikuti pengobatan adalah sebesar 79.0%. Gambar 3 menunjukkan hasil analisis saat pengobatan. Seperti analisis yang bertujuan untuk pengobatan, resiko relatif sebuah nilai IQ dibawah setiap penurunan skor IQ tidak signifikan.
Rata-rata dosis levotiroksin pada awal pengobatan adalah sebesar 147 µg (sebagian besar wanita mendapatkan dosis 150 µg), dan 85% sampel melanjutkan pengobatan dengan dosis awal saat check up (6 minggu setelah screening) dilakukan; 10% sampel, dosisnya dikurangi menjadi 125 µg pada sebagian besar kasus, oleh karena kadar tirotropin sangat rendah, kadar FT4 sangat tinggi, dan terdapat efek samping minor (palpitasi); 5% sampel, dosis dinaikkan menjadi 175 µg, karena target kadar tirotropin tidak tercapai.
Analisis khusus dilakukan pada sub kelompok berikut: wanita dengan hasil positif berdasarkan hanya kepada kadar tirotropin, wanita dengan hasil positif hanya kepada hasil FT4, wanita dengan hasil positif berdasarkan pada kedua pemeriksaan (kadar tirotropin dan FT4), wanita yang mulai mendapatkan pengobatan sebelum umur kehamilan 14 minggu, wanita yang mulai mendapatkan pengobatan pada umur kehamilan 14 minggu atau lebih, wanita yang kadar tirotropin targetnya didapatkan 6 minggu setelah screening, dan wanita yang kadar tirotropin targetnya dicapai saat umur kehamilan 30 minggu. Hasilnya tidak terdapat perbedaan signifikan pada skor IQ antara kelompok screening dan kontrol  pada sub kelompok ini, dan tidak ditemukan interaksi signifikan. 

Diskusi
Kami menemukan tidak terdapat perbedaan signifikan dalam skor IQ antara anak umur tiga tahun yang lahir dari ibu yang dimasukkan ke dalam kelompok screening saat umur kehamilan 12 minggu dan mendapatkan pengobatan hipotiroidisme sebelum 20 minggu masa gestasi (median, 13 minggu 3 hari), dengan anak yang lahir dari wanita dengan penurunan fungsi tiroid yang secara random dimasukkan ke dalam kelompok kontrol. Selain itu, Tidak terdapat perbedaan signifikan antar kelompok berdasarkan analisis yang terbatas pada wanita yang mengikuti pengobatan.
Pada percobaan ini tidak memperlihatkan adanya hubungan signifikan antara variabel. Namun sebaliknya, beberapa penelitian sebelumnya telah menunjukkan adanya hubungan antara kadar hormon tiroid maternal yang rendah pada kehamilan dan gangguan perkembangan kognitif pada anak. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 1971, dijelaskan bahwa terdapat gangguan perkembangan intelektual pada anak yang lahir dari ibu dengan hipotiroidisme defisiensi yodium selama kehamilan. Penelitian berikutnya menunjukkan nilai IQ yang kurang dari 85 pada 19% anak dari wanita dengan kadar tirotropin yang tinggi, dibandingkan dengan 5% anak dari wanita eutiroid pada kelompok kontrol (P=0.005). Kemudian terdapat laporan penelitian dari Belanda dan Cina mengenai penurunan perkembangan neurologi pada anak dengan umur 2 tahun yang lahir dari wanita hipotiroidisme subklinik selama kehamilan yang diperbandingkan dengan wanita eutiroid selama kehamilan.
Penelitian-penelitian observasi tersebut, kebenarannya masih dipertanyakan. Pada penelitian kami, randomisasi dapat menghindarkan masalah ini secara efektif. Karakteristik baseline sama antara kelompok screening dan kontrol, dengan satu pengecualian: nilai median kadar tirotropin pada wanita yang direkrut di Amerika Serikat sedikit lebih tinggi pada kelompok screening dibandingkan kelompok kontrol  (3.8 mIU vs.3.2 mIU per-liter). Perbedaan ini kemungkinan akan meningkat dari nilai periodik yang telah ditetapkan menjadi 97.5 persentil, yang digunakan untuk mendefinisikan hasil positif (penyesuaian dibuat untuk mendapatkan laju positif sebesar 2.5% secara keseluruhan untuk tirotropin dengan definisi 97.5 persentil ). Perbedaan ini tidak memberikan bias terhadap hasil penelitian kami, yang menandakan bahwa perbedaannya kecil dan analisis yang ditetapkan untuk kadar hasil tirotropin sama.
Terdapat beberapa gangguan kognitif spesifik yang berhubungan dengan hipotiroidisme maternal yang tidak kami periksa. Kadar FT4 yang rendah (tanpa peningkatan kadar tirotropin) telah dihubungkan dengan defisit psikomotor pada bayi dengan umur 2 atau 3 tahun, sama dengan keterlambatan perkembangan dalam bahasa expresif. Penelitian lain telah menunjukkan pengurangan orientasi (kemampuan untuk mendapatkan stimulus visual dan auditorik dan kewaspadaan secara umum), abnomalitas penglihatan, dan perubahan perilaku pada anak yang lahir dari wanita hipotiroidisme saat kehamilan. Dampak perkembangan saraf dari hipotiroidisme maternal kemungkinan spesifik terhadap sistem saraf tertentu. Contohnya, defek pada memori, perhatian visual, dan pengolahan otak yang telah didapatkan pada anak dengan FT4 rendah yang tidak mendapatkan pengobatan selama kehamilan. Pada penelitian kami, skor Brief-P untuk memori tidak berbeda secara signifikan antara anak dari kelompok screening dan dari kelompok kontrol. Pemeriksaan detail untuk perkembangan visuospatial tidak diberikan.
Penjelasan untuk hasil negatif yang ditemukan pada penelitian kami adalah kemungkinan karena waktu screening dan terapi inisiasi levotiroksin yang dilakukan pada kehamilan terlalu terlambat untuk mendapatkan pengaruh besar pada perkembangan otak (lebih dari 20 minggu masa gestasi; median 13 minggu 3 hari). Waktu screening tersebut ditetapkan pada penelitian kami karena waktu ini merupakan awal perawatan antenatal rutin di rumah sakit yang dilakukan oleh sebagian besar wanita. Meskipun demikian, pada analisis khusus, kami juga tidak menemukan manfaat screening dan pengobatan pada subkelompok wanita yang memulai pengobatan lebih cepat; meskipun harus diakui bahwa percobaan kami tidak dikuatkan dengan pemeriksaan tersebut. Selain itu, Hal ini juga kemungkinan karena pemeriksaan IQ pada anak yang berumur 3 tahun tidak sensitif terhadap dampak penanganan maternal dengan levotiroksin; pada penelitian yang dilakukan oleh Haddow dkk, menunjukkan hubungan antara hipotiroidisme pada wanita  dan nilai IQ rendah pada anaknya, dimana pemeriksaan psikologi dilakukan saat anak berumur tujuh tahun. Percobaan random tambahan dibutuhkan untuk memutuskan apakah screening antenatal lebih awal atau terlambat dapat menunjukkan manfaat pada pemeriksaan kognitif anak dengan pemberian tiroksin pada kehamilan. Percobaan random secara terus-menerus sedang dilakukan untuk mengetahui efek screening dan pengobatan terhadap IQ anak pada umur 5 tahun dari wanita dengan peningkatan kadar tirotropin atau penurunan kadar FT4 pada sampel darah yang diambil saat umur kehamilan antara 8 dan 20 minggu.
Keterbatasan dari penelitian kami adalah sekitar 24% dari wanita yang menjadi sampel tidak di follow up. Sebagian besar dari wanita ini tidak bisa dihubungi, dengan proporsi yang sama pada kelompok kontrol dan screening, namun 19 wanita dari kelompok screening dan 41 wanita dari kelompok kontrol menolak pemeriksaan lajutan terhadap anaknya. Analisis sensitivitas mengindikasikan bahwa laju penolakan pemeriksaan di kelompok kontrol lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok screening yang secara ekstrim tidak bisa dipercaya hasilnya. Dua belas persen anak dari kelompok screening memiliki IQ kurang dari 85. Jika persentase ini sama antara anak pada wanita dari kelompok screening yang menolak pemeriksaan, paling tidak 44% anak dari wanita di kelompok kontrol yang menolak pemeriksaan, kemungkinan memiliki IQ kurang dari 85 untuk pembedaan signifikan antara kelompok screening dan kontrol.
Pada penelitian kami, sebagian besar wanita dengan hasil screening positif mendapatkan hasil positif berdasarkan hanya kepada satu dari dua pemeriksaan tiroid yang dilakukan (FT4 dan tirotropin); hanya 5% wanita yang memiliki kadar tirotropin tinggi dan kadar FT4 rendah. Analisis khusus menyatakan tidak ada perbedaan signifikan antara kelompok screening dan kontrol pada beberapa sub kelompok, termasuk sub kelompok dengan peningkatan tirotropin dan penurunan kadar FT4; meskipun demikian, kesimpulan mengenai penemuan ini terbatas pada sejumlah kecil sampel wanita dan analisis alami khusus.
Guideline terbaru tidak merekomendasikan screening antenatal rutin untuk hipotiroidisme dalam kehamilan. Penelitian kami memberikan sumbangsih untuk guideline ini, sejak kami tidak menemukan manfaat dari screening rutin maternal hipotiroidisme pada saat umur kehamilan 12-13 minggu dalam mencegah gangguan fungsi kognitif anak.

Referensi
1.  De Escobar GM, Obregón MJ, del Rey FE. Maternal thyroid hormones early in pregnancy and fetal brain development. Best Pract Res Clin Endocrinol Metab 2004;18:225-48.
2.  Pharoah PO, Buttfield IH, Hetzel BS. Neurological damage to the fetus resulting from severe iodine deficiency during pregnancy.  Lancet 1971;1:308-10.
3. Velasco I, Carreira M, Santiago P, et al. Effect of iodine prophylaxis during pregnancy on neurocognitive development of children during the first two years of life. J Clin Endocrinol Metab 2009;94: 3234-41.
4.  Berbel P, Mestre JL, Santamaría A, et al. Delayed neurobehavioral development in children born to pregnant women with mild hypothyroxinemia during the first month of gestation: the importance of early iodine supplementation. Thyroid 2009;19:511-9.
5.  Haddow JE, Palomaki GE, Allan WC, et al. Maternal thyroid deficiency during pregnancy and subsequent neuropsychological development of the child. N Engl J Med 1999;341:549-55.
6.  Man EB, Jones WS, Holden RH, Mellits ED. Thyroid function in human pregnancy:retardation of progeny aged 7 years; relationships to maternal age and maternal thyroid function. Am J Obstet Gynecol 1971;111:905-16.
7.  Smit BJ, Kok JH, Vulsma T, Bri.t JM, Boer K, Wiersinga WM. Neurologic development of the newborn and young child in relation to maternal thyroid function. Acta Paediatr 2000;89:291-5.
8.  Li Y, Shan Z, Teng W, et al. Abnormalities of maternal thyroid function during pregnancy affect neuropsychological development of their children at 25-30 months. Clin Endocrinol (Oxf) 2010;72:825-9.
9.  Pop VJ, Kuijpens JL, van Baar AL, et al. Low maternal free thyroxine concentrations during early pregnancy are associated with impaired psychomotor development in infancy. Clin Endocrinol (Oxf) 1999;50:149-55.
10. Pop VJ, Brouwers EP, Vader HL, et al. Maternal hypothyroxinaemia during early pregnancy and subsequent child development:a 3-year follow-up study. Clin Endocrinol (Oxf) 2003;59:282-8.
11. Henrichs J, Bongers-Schokking JJ, Schenk JJ, et al. Maternal thyroid function during early pregnancy and cognitive functioning in early childhood: the Generation R study. J Clin Endocrinol Metab 2010;95:4227-34.
12. Kooistra L, Crawford S, van Baar AL, Brouwers EP, Pop VJ. Neonatal effects of maternal hypothyroxinemia during early pregnancy. Pediatrics 2006;117:161-7.
13. Mirabella G, Westall CA, Asztalos E, Perlman K, Koren G, Rovet J. Development of contrast sensitivity in infants with prenatal and neonatal thyroid hormone insufficiencies. Pediatr Res 2005; 57:902-7.
14. Ghassabian A, Bongers-Schokking JJ, Henrichs J, et al. Maternal thyroid function during pregnancy and behavioral problems in the offspring: the Generation R study. Pediatr Res 2011;69:454-9.
15. Zoeller RT, Rovet J. Timing of thyroid hormone action in the developing brain:clinical observations and experimental findings. J Neuroendocrinol 2004;16:809-18.
16. Eunice Kennedy Shriver National Institute of Child Health and Human Development (NICHD). Thyroid therapy for mild thyroid deficiency in pregnancy (TSH). Bethesda, MD: National Library of Medicine (http://www.clinicaltrials.gov/ct/show/ NCT00388297 ).
17. Stagnaro-Green A, Abalovich M, Alexander E, et al. Guidelines of the American Thyroid Association for the diagnosis and management of thyroid disease during pregnancy and postpartum. Thyroid 2011;21:1081-125.
Copyright © 2012 Massachusetts Medical Society.

0 komentar:

Post a Comment